Kau ada di kantin, orang-orang tidak terlalu ramai saat itu. Di depanmu terhidang mie instan yang tengah mengepul, kuahnya yang berminyak justru sangat menggodamu untuk segera mencicipinya. Bukankah orang-orang mengatakan bahwa mie instan adalah makanan ternikmat di dunia? Kau begitu terfokus pada makanan itu sampai tidak menyadari ada dia yang sudah duduk di sebelahmu. Dia mengambil mangkuk mie instanmu bahkan sebelum kau mencicipinya. Kau menoleh padanya dengan raut wajah kesal, namun ia tersenyum sembari menyodorkan makanan lain di depanmu. Nasi goreng. Sebelum kau sempat berkata sesuatu, dia sudah lebih dulu menikmati mie instan yang seharusnya menjadi sarapanmu pagi itu. Kalimat apa yang kau harap keluar dari mulutnya? “Lebih baik aku yang sakit karena makanan ini, daripada kau.” Dan mulai saat itu, kau mungkin akan lebih sering memesan nasi goreng.