Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

Beginilah

Hai kamu, yang pernah [dan masih] mencuri perhatianku. Tak rindukah kamu pada percakapan kita hingga dini hari? Pada bahasan-bahasan tak berkesudahan, pada huruf dalam kata yang selalu melebarkan senyum? Tak ingatkah kamu pada bahagia yang pernah ada, cercaan yang tak pernah menghasilkan amarah, dan tawa yang menjadi salam manis sebelum terlelap? Kemana perginya sapaan hangat di pagi hari, ejekan penuh kegembiraan yang pernah kita rasakan dulu? Ini sudah terlalu lama bagiku, tidakkah kamu berniat menyapaku kembali? Bahkan tahun pun telah berganti, akankah kita terus mempertahankan ego untuk saling mengacuhkan satu sama lain? Terkadang memang, kita bisa jadi amat sangat keras kepala.

Kado Apa yang Membahagiakanmu?

Hari ini adalah hari ulang tahunmu, namun dia tidak mengatakan apa-apa. Kamu menunggu hingga sore menjelang, mengira ia tengah menyiapkan sesuatu yg spesial untukmu. Namun yang kau dapat hanyalah pesan singkat yang mengatakan; selamat ulang tahun, maaf baru sempat bilang karena lagi sibuk-sibuknya. Kau kesal, tentu saja. Hingga ia datang malamnya hanya untuk memberimu kado kecil yang terlihat tidak istimewa. Sebuah kotak berbentuk peti harta karun berisi permen dan cokelat koin. Ia belum sempat membeli kado yang istimewa, katanya. Untuk sementara makan cokelat dulu, kau suka cokelat kan? Lanjutnya lagi. Kau hanya mengiyakan, mengerti kesibukan dirinya akhir2 ini, kau juga mengerti bahwa pekerjaannya membutuhkan lebih banyak konsentrasi. Maka ketika ia pulang kau dengan berat hati mengagumi kotak harta karun berisi cokelat itu. Yang tidak kau tau, dibalik koin-koin itu benar-benar ada harta karun, sebuah cincin perak dengan permata kecil di tengahnya. Entah mengapa kau terharu, t...