Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Kode

“Setiap pacar orang punya chance buat jadi pacar kita, jangan lupa, pacar lo yg sekarang juga dulu pacar orang.” Kataku sambil tersenyum santai. “Perkataan lo bukan meminta gue buat jadi pacar lo secara tidak langsung kan?” Dia membalas. Aku memutar bola mata seolah itu adalah perkataan yang paling konyol yang pernah kudengar, “ Not even my wildest dream. Pemikiran gila apa itu…” bantahku malas. Dia tersenyum sinis. “Setiap orang punya changes buat jadi pacar kita’, lo ga lagi kodein gue kan?” Aku mendengus kesal, “Lo ngerasa itu kode? Gua yg nulis aja ga kepikiran sampe sana.” “Masa?” Tanyanya skeptis. “Whatever.” Aku malas berdebat dengannya. Dia terlihat ingin melanjutkan, namun aku memilih diam sambil bertopang dagu. Kubiarkan dia sibuk sendiri dengan ponselnya. Aku mencoba cuek walau sesekali mencuri pandang, lalu menghela napas pelan tidak ketara. Kalau saja dia tau, bahwa kemarin-kemarin yang terasa seperti sudah lama sekali, aku pernah memikirk...

Waktu

"aku kesepian." "hm? kenapa?" "we have no time for us anymore. seriously, you still asking that?" dia tersenyum, memegang tanganku dan mengusapnya lembut, "I promise, its just for a while." aku menarik tanganku dari genggamannya, "no. Im tired with your bussiness. semakin kamu sibuk maka aku semakin kehilangan kamu." "meski kamu tidak memiliki waktuku, kamu memiliki pikiran dan seluruh hatiku. percayalah, ini hanya soal waktu hingga semua kesibukan ini berakhir. lalu kita akan menghabiskan banyak waktu berdua." katanya dengan pandangan teduh. aku tersenyum ringan, membuat senyumnya ikut merekah, namun dua detik kemudian aku menghilangkan senyumku dan menatapnya kecewa. "kamu tau, ada perbedaan besar antara mencari waktu luang dan meluangkan waktu untuk seseorang yang kau sayangi. mungkin ini akan terdengar egois, tapi, sebaikbaik apapun tujuan kesibukanmu, tidak lebih baik daripada menghabiskan waktu waktu penting bersama...