Laki laki yang utama di hatiku masih papaku. Dua belas tahun aku hidup bersama papa. Dan dia sukses jadi idolaku. Tapi hey, siapa sih yang tidak mengidolakan ayahnya sendiri? Oke, mungkin ada banyak di luar sana, tapi salah satunya bukan aku. Papa orangnya baik, ramah, suka bersenda gurau dan baik banget! Dia selalu mengabulkan apapun yang aku minta. Dan dia jarang sekali marah. Jarang bukan berarti tidak pernah ya. Aku ingat sekali, dulu aku sangat nakal. Naik sepeda jauh dari rumah, ke tempat temanku yang merupakan anak teman papa. Rumahnya jauh banget buat anak umur lima tahun. Dan saat itu bahkan aku menyeberang jalan, simpang empat yang padat kendaraan. Bayangkan saja, jalanan ramai tanpa lampu lalu lintas, dan anak berumur lima tahun dengan sepeda roda empat berjalan melaluinya. Jangan tanya betapa marahnya papa waktu itu. Ia langsung membawaku pulang dengan motornya. Sepedaku ditinggalkan di rumah teman papa itu. Dan begitu sampai di rumah, tubuhku langsung dihujani l...