Ketika tengah jatuh cinta, seseorang hanya melihat kekasihnya lah yang terbaik. Bukankah karena itu muncul pepatah yang mengatakan bahwa; cinta itu buta? Aku pun mengalaminya, pernah mengalaminya. Dimana teman-temanku mengatakan kejujuran, dan aku menolak mempercayai karena aku tengah dilanda kebutaan itu. Dan kini, aku merasakan berada di posisi teman-temanku, dimana aku telah mengungkapkan segala kejujuran yang kuketahui, namun yang tengah jatuh cinta menangkalnya, selalu menangkalnya dengan beribu alasan. Terkadang aku ingin menyerah, namun aku tau bahwa kalau bukan aku yang membantunya untuk sadar, lalu siapa lagi? Karena itu kupikir, ada benarnya perkataan lain yang menyatakan; orang yang tengah jatuh cinta tidak membutuhkan kebenaran. Mereka hanya butuh di benarkan. Termasuk ketika mereka sedang dalam mode patah hati. Benarkah begitu?