Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Katanya Cinta

Ketika tengah jatuh cinta, seseorang hanya melihat kekasihnya lah yang terbaik. Bukankah karena itu muncul pepatah yang mengatakan bahwa; cinta itu buta? Aku pun mengalaminya, pernah mengalaminya. Dimana teman-temanku mengatakan kejujuran, dan aku menolak mempercayai karena aku tengah dilanda kebutaan itu. Dan kini, aku merasakan berada di posisi teman-temanku, dimana aku telah mengungkapkan segala kejujuran yang kuketahui, namun yang tengah jatuh cinta menangkalnya, selalu menangkalnya dengan beribu alasan. Terkadang aku ingin menyerah, namun aku tau bahwa kalau bukan aku yang membantunya untuk sadar, lalu siapa lagi? Karena itu kupikir, ada benarnya perkataan lain yang menyatakan; orang yang tengah jatuh cinta tidak membutuhkan kebenaran. Mereka hanya butuh di benarkan. Termasuk ketika mereka sedang dalam mode patah hati. Benarkah begitu?

Tertanggal 14 Februari 2014

Halo kamu, apa kabar? Aku tidak akan pernah bosan bertanya seperti itu sebagai awal pembuka surat kita. Jadi jangan pernah mengeluh akan bosan, oke? Kabarku masih sama seperti kemarin, baik, hanya saja kepalaku terasa sakit. Lebih parah. Oke aku mengaku, aku tidak pernah minum obat. Kamu tau betapa aku benci itu kan? Obat dari dokterku saja aku buang ke tong sampah, apalagi obat warung seperti itu? Tolong jangan marahi aku, setiap orang punya hal yang tidak disukai, bukankah begitu? Hari ini aku merasa kesal denganmu, kamu tau? Tidak… bukan karena seharian ini kamu tidak muncul, tapi karena malam ketika kamu muncul kamu malah tebar pesona. Jadi jangan marah jika aku mulai sok akrab dengan yang lain, oke? Terserah jika kamu menganggap itu sebagai aksi cemburu. Kamu tau bagaimana sifatku. Ayo mulai membicarakan hal lain sebelum moodku memburuk. Ini 14 februari, tidak mau mengatakan sesuatu? Hm? Kurasa kita sama-sama tidak merayakan valentine, jadi katakan saja sedikit perasaanmu kep...

Yang Terlambat untuk 13 Februari 2014

Halo kamu, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja (aku tidak tau harus berkata apa lagi). Jam di laptopku menunjukkan pukul 02.06AM sekarang. Aku terlambat menulis surat untukmu, maaf. Secara teknis ini sudah hari jumat, tapi biarlah ini tetap menjadi surat untukmu di hari kamis. Semalam entah kenapa tubuhku terasa amat lelah, aku tertidur entah sejak pukul berapa. Mungkin jam enam? Jam tujuh? Entahlah. Aku bahkan tidak ingat kalau aku sempat me-nonaktifkan laptopku sebelum tertidur. Ah, sudahlah, ayo bahas yang lain. Apa harimu menyenangkan? Semakin sibuk ya? Hariku biasa saja, tidak ada sesuatu yang menarik. Kamu tau, mungkin tidak akan pernah ada yang menarik selama kamu tidak ada di sini (haha, aku mulai menggombal). Tapi begitulah, padahal tidak ada hal khusus, pekerjaanku pun bisa dibilang tidak ada seharian kemarin. Tapi tetap saja, entah kenapa tubuhku menuntut istirahat yang berlebih begitu aku sampai di kamar kosku yang nyaman. Tidak, aku tidak sakit kok. Mungkin h...

Surat 12 Februari 2014

Hai kamu, apa kabar? Semoga baik-baik saja. Bagaimana keadaan Jakarta? Apa perjalananmu masih terhalang banjir? Hey, jangan salahkan aku jika bertanya, aku termasuk orang yang jarang sekali menonton berita. Kurasa kamu tahu, aku tidak suka menonton televisi (selain aku tidak punya benda itu di kos tentunya). Padang hari ini menyebalkan, kamu tau? Hari ini Padang entah kenapa terasa lebih panas dari biasanya. Mungkin karena kamu terlalu sibuk seharian ini, aku kangen tau tidak? Tapi ah, sudahlah. Aku tau kalau kamu tidak punya banyak waktu untuk bermain-main. Setidaknya kamu muncul ketika kamu sedang senggang, itu cukup. Omong-omong, seharian ini kepalaku terasa amat sakit. Aku tidak tau kenapa, mungkin karena terlalu sering tidur larut malam.  Kuharap kamu tidak melakukan hal yang sama di sana. Jangan terlalu sering, sesekali saja. Aku tidak ingin kamu sakit sepertiku. Oh iya, aku sudah minum obat kok. Tenang saja, kali ini aku benar-benar meminumnya sekalipun aku sanga...

Surat Balasan untuk Tante Capung

Halo tante  Aria , selamat siang. Eh, kalau tante tidak membacanya di siang hari, mohon dimaklumi saja ya. Saya menulisnya ketika jam di laptop saya menunjukkan waktu 11.12 AM. Pentingkah? Kabar saya memang baik-baik saja, tan. Tante sangat pandai menganalisa, hehehe. Apa wajah saya di foto facebook itu terlihat pucat? Semoga tidak ya. Jujur, saya senang sekali tante Aria mau repot-repot meluangkan waktu untuk menuliskan surat kepada saya. Hohoho. Entah kenapa, mendapat surat membuat saya semangat. Semoga nanti makin banyak yang nge-fans pada saya #eh Err... Demeter itu memang Dewi Bumi, tan. Bagaimana saya mendapatkan nama itu, terlalu panjang untuk di kisahkan. Lagipula, itu tidak terlalu istimewa kok, hehe. Dan kenapa saya memakai nama itu, alasannya sih simpel saja. Karena nama itu cocok dengan zodiak saya. Dan kalo tante tanya mengapa, saya tidak akan menceritakannya. Itu merepotkan. Hehehe  #digaplok Padang membosankan tante, sungguh! Tante tidak akan tau bagaimana ra...

Rasa Suka dan Keyakinan

Seorang teman bercerita kepadaku. Baru saja, beberapa menit lalu ia mengakhiri pembicaraan yang kami lakukan via ponsel. Ia menyukai seseorang, katanya. Seorang pria yang menurutnya mampu membuatnya berpikir jauh akan masa depan mereka berdua. Omong-omong, temanku ini adalah jenis perempuan yang sulit sekali jatuh cinta. Sejauh ia bercerita sejak aku mengangkat teleponnya, tidak ada yang salah. Semuanya normal menurutku. Suka pada lawan jenis itu normal, bukankah begitu? Namun keluhan selanjutnya lah yang membuatku bingung harus mengatakan apa. Sungguh, aku tidak ingin menyinggung sara atau apapun itu yang melanggar kode etik sebuah cerita. Tapi memang, ini sedikit berhubungan  sih . Dia bilang, cowok itu dari agama yang berbeda. Sejujurnya, aku tidak pernah mengalami hal itu. Masalah percintaanku paling hanya sebatas  jarak . Namun masalah agama? Aku tidak pernah berharap lebih jauh setelah mengetahui, jika agama orang yang kusuka tidak sejalan denganku. Jadi pada ...