Halo kamu, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja (aku tidak tau harus berkata apa lagi).
Jam di laptopku menunjukkan pukul 02.06AM sekarang. Aku terlambat menulis surat untukmu, maaf. Secara teknis ini sudah hari jumat, tapi biarlah ini tetap menjadi surat untukmu di hari kamis. Semalam entah kenapa tubuhku terasa amat lelah, aku tertidur entah sejak pukul berapa. Mungkin jam enam? Jam tujuh? Entahlah. Aku bahkan tidak ingat kalau aku sempat me-nonaktifkan laptopku sebelum tertidur.
Ah, sudahlah, ayo bahas yang lain.
Apa harimu menyenangkan? Semakin sibuk ya? Hariku biasa saja, tidak ada sesuatu yang menarik. Kamu tau, mungkin tidak akan pernah ada yang menarik selama kamu tidak ada di sini (haha, aku mulai menggombal). Tapi begitulah, padahal tidak ada hal khusus, pekerjaanku pun bisa dibilang tidak ada seharian kemarin. Tapi tetap saja, entah kenapa tubuhku menuntut istirahat yang berlebih begitu aku sampai di kamar kosku yang nyaman.
Tidak, aku tidak sakit kok. Mungkin hanya lelah di beberapa hal. Terlalu banyak duduk seharian, atau mungkin terlalu banyak hal yang dipikirkan.
Ah, mengenai yang terakhir, aku tidak stress kok. Sungguh!
Padahal menurutku, aku tidak punya beban pikiran apapun. Mungkin cuma masalah pekerjaan (dan kurasa bukan juga, karena kamu tau pekerjaanku adalah yang terbaik!), atau mungkin aku terlalu sering memikirkanmu? Hahaha… jangan berdebar ya!
Ah, mungkin aku terlalu sering memikirkan masalah orang lain. Aku bingun juga, tapi sepertinya begitu (jangan tanya mengapa).
Apa lagi yang harus ku ceritakan ya? Hariku terlalu biasa, jadi aku tidak mempunyai kisah yang menarik.
Oh yah. Tadi ketika di kantor, aku mendapat kabar dari bosku. Kamu tau, aku kan berada di divisi service, namun untuk hari minggu besok aku disuruh membantu orang-orang di bagian penjualan. Aduh, itu pasti akan sangat melelahkan! Tidak, aku tidak mengeluh sebelum bertidak kok. Tapi… tapi yah, pekerjaan saat ini saja membuatku lelah, bagaimana jika besok? Semangati aku!
Hm… kurasa itu saja yang bisa kuceritakan kepadamu. Sekarang sudah jam setengah tiga pagi. Duh, padahal aku tidak berniat untuk begadang. Kepalaku jadi sakit karena terbangun tengah malam. Tapi aku tidak ingin absen menulis surat untukmu. Aku tidur dulu (lagi) ya. selamat malam.
Dari yang menyukaimu.
Jam di laptopku menunjukkan pukul 02.06AM sekarang. Aku terlambat menulis surat untukmu, maaf. Secara teknis ini sudah hari jumat, tapi biarlah ini tetap menjadi surat untukmu di hari kamis. Semalam entah kenapa tubuhku terasa amat lelah, aku tertidur entah sejak pukul berapa. Mungkin jam enam? Jam tujuh? Entahlah. Aku bahkan tidak ingat kalau aku sempat me-nonaktifkan laptopku sebelum tertidur.
Ah, sudahlah, ayo bahas yang lain.
Apa harimu menyenangkan? Semakin sibuk ya? Hariku biasa saja, tidak ada sesuatu yang menarik. Kamu tau, mungkin tidak akan pernah ada yang menarik selama kamu tidak ada di sini (haha, aku mulai menggombal). Tapi begitulah, padahal tidak ada hal khusus, pekerjaanku pun bisa dibilang tidak ada seharian kemarin. Tapi tetap saja, entah kenapa tubuhku menuntut istirahat yang berlebih begitu aku sampai di kamar kosku yang nyaman.
Tidak, aku tidak sakit kok. Mungkin hanya lelah di beberapa hal. Terlalu banyak duduk seharian, atau mungkin terlalu banyak hal yang dipikirkan.
Ah, mengenai yang terakhir, aku tidak stress kok. Sungguh!
Padahal menurutku, aku tidak punya beban pikiran apapun. Mungkin cuma masalah pekerjaan (dan kurasa bukan juga, karena kamu tau pekerjaanku adalah yang terbaik!), atau mungkin aku terlalu sering memikirkanmu? Hahaha… jangan berdebar ya!
Ah, mungkin aku terlalu sering memikirkan masalah orang lain. Aku bingun juga, tapi sepertinya begitu (jangan tanya mengapa).
Apa lagi yang harus ku ceritakan ya? Hariku terlalu biasa, jadi aku tidak mempunyai kisah yang menarik.
Oh yah. Tadi ketika di kantor, aku mendapat kabar dari bosku. Kamu tau, aku kan berada di divisi service, namun untuk hari minggu besok aku disuruh membantu orang-orang di bagian penjualan. Aduh, itu pasti akan sangat melelahkan! Tidak, aku tidak mengeluh sebelum bertidak kok. Tapi… tapi yah, pekerjaan saat ini saja membuatku lelah, bagaimana jika besok? Semangati aku!
Hm… kurasa itu saja yang bisa kuceritakan kepadamu. Sekarang sudah jam setengah tiga pagi. Duh, padahal aku tidak berniat untuk begadang. Kepalaku jadi sakit karena terbangun tengah malam. Tapi aku tidak ingin absen menulis surat untukmu. Aku tidur dulu (lagi) ya. selamat malam.
Dari yang menyukaimu.
Comments
Post a Comment