Halo Eva . Err... sebenarnya aku ragu memanggilmu dengan nama itu, karena yah, banyak orang memanggilmu dengan nama yang berbeda. Er, maaf kalau kamu tidak suka (sebenarnya walau kamu memintaku untuk memanggil dengan nama lainpun, aku tidak akan mau. Haha.). Duh, pembukaan yang panjang. Baiklah, omong-omong, ini suratku yang pertama untukmu ya! Maaf kalau bahasaku agak-agak nyeleneh, aku tidak terbiasa (kalau mau dibilang tidak pernah) menulis surat. Kamu adalah orang pertama yang kukirimi sejak aku melakukannya terakhir kali dulu. Entah berapa tahun lamanya itu berlalu. Aku ingin membahas suratmu untukku, tentang 'Perihal Sebuah Keyakinan'. Jujur saja, suratmu itu membuatku merasa sedikit tersentil (aku tidak akan menyalahkanmu, sungguh!). Isi suratmu saat itu mengingatkanku akan perkataan seseorang, persis sama, dengan kalimat yang berbeda. Dia bilang, "jangan terlalu berlumpur dengan masalahmu sendiri. Kita tidak tau siapa yang tenggelam lebih dalam." Kali...