"rasanya sepi sekali ya ...." "iya, disini memang sepi." "bukan tempatnya, tapi hatiku." "kenapa? aku kan bersamamu, aku akan membuat hari ini menyenangkan." "kamu tidak bersamaku." kataku menatap tepat ke matanya. "dari tadi kamu gelisah, memikirkan orang lain." "engga kok." "pikiran adalah hal yang tidak bisa aku kekang, meski waktumu dapat aku miliki." aku mengambil jeda. "kamu tau apa yang lebih menyedihkan dari ditinggal sendirian? saat aku merasa sepi meski tengah bersama orang lain. rasanya sakit sekali." "itu— "sesungguhnya aku berpikir, apakah ada orang yang memikirkanku saat dia tengah bersama orang lain sepertimu? pasti bahagia sekali, menjadi orang yang tidak terlupakan barang sekejap saja ...."