Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Real

Subuh dini hari, pengajian terdengar sayup sayup di kejauhan. Detik jarum jam dan deru kipas angin masih terdengar, selalu. Namun keheningan yang berbeda tetap ada, melingkupi ruang pikir ini.  Kosong, hampa, sama saja. Tak kubiarkan pikiran jauh menerawang terfokus padamu. Dunia menanti, lebih baik daripada yang pernah terbayangkan.  Bulir bulir air mata takkan bisa mengubah apapun. Hati yang terluka tak akan sembuh jika hanya terus meratap. Bukan tentang dia, tapi kamu.  Kehidupan menjungkir balikkan pemikiran seseorang. Menatap, mengalirkannya ke dasar otak. Tatapanmu, penglihatanmu. Kamu melihat, kamu berfikir, namun tak bertanya hingga membuat sebuah hati terluka.  Ah... Biarlah... Alam akan menyatakan kebenarannya padamu, suatu saat.  Pasti...  220512.16.11.21

Perenungan Malam Ini

Malam yang sunyi, yang terdengar hanyalah detik jarum jam dan deru kipas angin. Mata yang lelah namun enggan terpejam menatap terpaku pada langit langit kamar. Pikiran yang kosong melayang jauh menembus waktu masa lalu, saat kita bersama, bercanda hingga tertawa.  Hati yang berbisik menyuarakan kesepian, membuat logika bekerja untuk menyapamu. Namun hati yang berbisik menyuarakan kekecewaan, membuat logika bekerja menyuruhku mengacuhkanmu.  Sepi ini akan berakhir, suatu saat. Namun apakah kekecewaan ini pun begitu? Entahlah. . . Pandanglah langit malam ini sayang, dan lihat betapa jauhnya kita. Memandang langit yang sama namun seolah berada dalam dunia yang berbeda.  Akanlah langit yang sama dapat membuat kita kembali berpijak pada bumi yang sama? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. . .