Malam yang sunyi, yang terdengar hanyalah detik jarum jam dan deru kipas angin. Mata yang lelah namun enggan terpejam menatap terpaku pada langit langit kamar. Pikiran yang kosong melayang jauh menembus waktu masa lalu, saat kita bersama, bercanda hingga tertawa.
Hati yang berbisik menyuarakan kesepian, membuat logika bekerja untuk menyapamu. Namun hati yang berbisik menyuarakan kekecewaan, membuat logika bekerja menyuruhku mengacuhkanmu.
Sepi ini akan berakhir, suatu saat. Namun apakah kekecewaan ini pun begitu? Entahlah. . . Pandanglah langit malam ini sayang, dan lihat betapa jauhnya kita. Memandang langit yang sama namun seolah berada dalam dunia yang berbeda.
Akanlah langit yang sama dapat membuat kita kembali berpijak pada bumi yang sama? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. . .
Hati yang berbisik menyuarakan kesepian, membuat logika bekerja untuk menyapamu. Namun hati yang berbisik menyuarakan kekecewaan, membuat logika bekerja menyuruhku mengacuhkanmu.
Sepi ini akan berakhir, suatu saat. Namun apakah kekecewaan ini pun begitu? Entahlah. . . Pandanglah langit malam ini sayang, dan lihat betapa jauhnya kita. Memandang langit yang sama namun seolah berada dalam dunia yang berbeda.
Akanlah langit yang sama dapat membuat kita kembali berpijak pada bumi yang sama? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. . .
Comments
Post a Comment