Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

Sebuah Rahasia

Setiap kata yang ku ucapkan adalah sebuah kebohongan. Ku tak pernah mengatakan kejujuran apapun selama ini. Di hadapanmu, semua kebohongan terasa halal. Karna ku tak ingin kau mengetahui apapun tentangku. Segala kenyataan yang terjadi berhasil kututupi. Menyibak semuanya hanya menghasilkan perasaan yang tak pasti. Ketika kau menunjukkan rasa kecewa atas itu semua, ku hanya dapat menangis dalam hati. Yang ku damba hanya dirimu. Namun yang ku ingin pun hanya ketidaktahuanmu tentangku. Karna jika kau tau pun, kau takkan dapat melakukan apapun untukku. Itu akan jauh lebih menyakitkan dibandingkan rasa kecewamu saat ini. Ketika kebohongan tak dapat dilanjutkan, kejujuran akan terkuak dengan sendirinya. Namun kuharap saat itu semua terjadi, ku tlah jauh hingga kau tak dapat melakukan apapun untuk mengubahnya. Mengapa? Karna aku pun tak dapat mengetahui kebohongan atau kejujuran yang kau berikan. Siapa yang akan tertawa paling akhir?

Hei!

Hei kamu!  Iya kamu!  Kamu pernah bertanya, "siapa dia?"  Namun aku tak menjawab, karena dia itu kamu. .  Lalu kamu berkata, "lupakan dia"  Aku tak bisa lakukan, karna melupakannya sama dengan melupakanmu. .  Kemudian kamu menebak, yang kujawab jujur bahwa itu salah. .  Dan akhirnya kamu kembali bertanya, "siapa dia?"  Aku tersenyum, mungkin sudah saatnya kamu tau. .  "lihatlah ke cermin, maka kamu akan tau siapa dia"  "aku?"  Ku tak menjawab sejujur sebelumnya, karna kupikir kamu telah tau. .  Cermin tak pernah berbohong, ya itu kamu!  Hei, kamu!  Ya, kamu!  Aku tak tau apa yang ada difikiranmu, tapi kalau kamu mau tau apa yang ada di fikiranku, maka aku akan menjawab dengan jujur. . .  "Kamu, aku, seperti yang dulu, tanpa ada yang berubah meski kenyataan berbeda, tetaplah seperti ini. . ."