Gadis itu merentangkan kedua tangannya selebar yang ia bisa. Wajahnya menengadah ke langit yang tengah menjatuhkan ribuan tetes air secara brutal. Ia tersenyum. Ya, dia suka hujan. Kakinya yang telanjang menghentak hentak hingga menimbulkan cipratan cipratan air. Ia menari. Berputar putar sambil tersenyum. Rambut panjangnya terurai jatuh lurus, uju ng ujungnya ikut meneteskan air hujan yang mengalir dari atas kepalanya. Kilat beberapa kali tampak seakan hendak menerkam. Namun ia tak gentar. Ia tak takut sedikitpun. Yang ada di fikirannya saat ini adalah; menari. Menari di tengah hujan. Sungguh merupakan hal yang paling menyenangkan baginya. Malam semakin pekat, hujan pun semakin menggila, namun ia tetap menari, berputar putar sembari tersenyum. Jam berapakah sekarang? Apa sudah tengah malam? Hari apa? Tanggal berapa? Persetan! Ia tidak perduli. Yang penting adalah ia menari, melupakan semua masalahnya, melupakan segala kekecewaannya. Biarlah.... biarlah mereka melakukan apa yang mereka...