Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Menari dalam Hujan

Gadis itu merentangkan kedua tangannya selebar yang ia bisa. Wajahnya menengadah ke langit yang tengah menjatuhkan ribuan tetes air secara brutal. Ia tersenyum. Ya, dia suka hujan. Kakinya yang telanjang menghentak hentak hingga menimbulkan cipratan cipratan air. Ia menari. Berputar putar sambil tersenyum. Rambut panjangnya terurai jatuh lurus, uju ng ujungnya ikut meneteskan air hujan yang mengalir dari atas kepalanya. Kilat beberapa kali tampak seakan hendak menerkam. Namun ia tak gentar. Ia tak takut sedikitpun. Yang ada di fikirannya saat ini adalah; menari. Menari di tengah hujan. Sungguh merupakan hal yang paling menyenangkan baginya. Malam semakin pekat, hujan pun semakin menggila, namun ia tetap menari, berputar putar sembari tersenyum. Jam berapakah sekarang? Apa sudah tengah malam? Hari apa? Tanggal berapa? Persetan! Ia tidak perduli. Yang penting adalah ia menari, melupakan semua masalahnya, melupakan segala kekecewaannya. Biarlah.... biarlah mereka melakukan apa yang mereka...

Kenangan saat Hujan

Saat ini hujan. Padahal tadi pagi cuaca benar-benar cerah. Tapi beberapa saat setelah bel pulang sekolah berbunyi, hujan langsung turun dengan derasnya. Seolah tengah menjebakku untuk tetap tinggal. Menjebakmu juga. Ya, kamu.  Tadinya banyak teman-teman kita yang ikut menunggu hujan berhenti, namun sepertinya mereka tidak sesabar kita. Satu persatu dari mereka mulai menghidupkan mesin motor dan bergegas menerobos hujan. Aku melihatmu di sana, di parkiran, tengah melambai pada temanmu yang sekarang sudah menghilang melewati gerbang sekolah. Setelahnya, kulihat kamu membentuk kelompok dengan teman-temanmu yang tersisa, bercerita dan tertawa-tawa bersama.  Tak ingin ketahuan karena tengah memperhatikanmu, aku mulai mengalihkan pandangan pada langit kelabu yang masih tetap menurunkan tetes-tetes kehidupannya dengan brutal. Boleh tidak aku meminta agar hujan turun lebih lama? Aku masih ingin melihat sosokmu hari ini. Karena jika kita keluar dari gerbang, aku tidak aka...