Skip to main content

Menari dalam Hujan

Gadis itu merentangkan kedua tangannya selebar yang ia bisa. Wajahnya menengadah ke langit yang tengah menjatuhkan ribuan tetes air secara brutal. Ia tersenyum. Ya, dia suka hujan. Kakinya yang telanjang menghentak hentak hingga menimbulkan cipratan cipratan air. Ia menari. Berputar putar sambil tersenyum. Rambut panjangnya terurai jatuh lurus, ujung ujungnya ikut meneteskan air hujan yang mengalir dari atas kepalanya. Kilat beberapa kali tampak seakan hendak menerkam. Namun ia tak gentar. Ia tak takut sedikitpun. Yang ada di fikirannya saat ini adalah; menari. Menari di tengah hujan. Sungguh merupakan hal yang paling menyenangkan baginya.

Malam semakin pekat, hujan pun semakin menggila, namun ia tetap menari, berputar putar sembari tersenyum. Jam berapakah sekarang? Apa sudah tengah malam? Hari apa? Tanggal berapa?

Persetan! Ia tidak perduli. Yang penting adalah ia menari, melupakan semua masalahnya, melupakan segala kekecewaannya. Biarlah.... biarlah mereka melakukan apa yang mereka suka. Biarlah mereka melarangnya untuk ikut bergabung bersama mereka. Biarlah ... biarlah walau ia akhirnya akan tetap sendiri. Biarlah ...

Gadis itu tersenyum semakin lebar. Seluruh tubuhnya menggigil kedinginan. Namun matanya panas. Ya, dia menangis. Namun biarlah! Siapa yang akan perduli padanya? Toh tidak akan ada yang mengetahuinya. Ia menangis dalam hujan. Menangis sembari tersenyum. Setidaknya ia menangis sembari melakukan hal yang ia suka ...

Menari dalam hujan.

Pekanbaru, 30062012.

Comments