Aku merasakan cahaya matahari yang masuk menerobos jendela, membelai kulit wajahku dengan lembut. Hangat. Tersenyum, aku meraba dinding dan berjalan menuju tempat tidurku. Aku harus berjalan sangat pelan agar tidak menyakiti Niko, anjing kecil yang baru-baru ini ikut terkurung bersamaku. “Ini sarapanmu.” Suara seorang pemuda yang sudah sangat kukenal bergema melewati gendang telingaku. Aku tersenyum. “Terimakasih Niel.” Ucapku tulus. Dapat kurasakan Niel ikut tersenyum bersamaku. “Apa yang Anda lihat di balik jendela itu Nona?” Tanya Niel lembut. Kurasakan belaian lembut tangannya di pipiku. Hangat. Rasanya sehangat matahari di luar sana. Niko menggonggong keras. “Tidak apa-apa Niko,” aku bergumam pada anjing kecil itu. Niko berhenti menggonggong seolah mengerti perkataanku. Aku merasakan kecupan hangat di dahiku. "Kau semakin dekat dengan anjing kecil itu," Nie...