Hai Ma, hai Pa, bagaimana kabar kalian disana? Aku merindukan kalian, sangat-sangat-sangat merindukan kalian. Ketika waktu terus berjalan ke depan, aku takut kalau aku semakin meninggalkan kalian di belakang. Aku takut jika aku mulai melupakan wajah kalian. Aku takut jika aku mulai melupakan suara kalian. Aku takut jika aku mulai melupakan kebersamaan kita ketika kalian masih ada di sini bersamaku. Aku tidak bisa mengatakan bahwa hidupku saat ini baik-baik saja. Aku membutuhkan kalian ada di dekatku. Aku rapuh, teramat rapuh hingga aku takut suatu saat aku memilih untuk menyerah. Setiap saat ketika kerapuhan itu benar-benar mencekik leherku, aku tidak bisa berhenti untuk tidak berpikir bahwa hidup teramat tidak adil untukku. Mengapa kalian pergi begitu cepat? Mengapa aku tidak bisa hidup seperti teman-temanku? Mengapa aku harus menjalani kehidupan seperti ini? Namun aku sadar bahwa aku tidak bisa terus-terusan berpikir seperti itu. Aku tau bahwa aku spesial. Tuhan menjadikan...