Skip to main content

Real

Subuh dini hari, pengajian terdengar sayup sayup di kejauhan. Detik jarum jam dan deru kipas angin masih terdengar, selalu. Namun keheningan yang berbeda tetap ada, melingkupi ruang pikir ini. 

Kosong, hampa, sama saja. Tak kubiarkan pikiran jauh menerawang terfokus padamu. Dunia menanti, lebih baik daripada yang pernah terbayangkan. 

Bulir bulir air mata takkan bisa mengubah apapun. Hati yang terluka tak akan sembuh jika hanya terus meratap. Bukan tentang dia, tapi kamu. 

Kehidupan menjungkir balikkan pemikiran seseorang. Menatap, mengalirkannya ke dasar otak. Tatapanmu, penglihatanmu. Kamu melihat, kamu berfikir, namun tak bertanya hingga membuat sebuah hati terluka. 

Ah... Biarlah... Alam akan menyatakan kebenarannya padamu, suatu saat. 
Pasti... 

220512.16.11.21

Comments