Hai kamu, yang pernah [dan masih] mencuri perhatianku. Tak rindukah kamu pada percakapan kita hingga dini hari? Pada bahasan-bahasan tak berkesudahan, pada huruf dalam kata yang selalu melebarkan senyum?
Tak ingatkah kamu pada bahagia yang pernah ada, cercaan yang tak pernah menghasilkan amarah, dan tawa yang menjadi salam manis sebelum terlelap?
Kemana perginya sapaan hangat di pagi hari, ejekan penuh kegembiraan yang pernah kita rasakan dulu? Ini sudah terlalu lama bagiku, tidakkah kamu berniat menyapaku kembali? Bahkan tahun pun telah berganti, akankah kita terus mempertahankan ego untuk saling mengacuhkan satu sama lain?
Terkadang memang, kita bisa jadi amat sangat keras kepala.
Comments
Post a Comment