Hari ini adalah hari ulang tahunmu, namun dia tidak mengatakan apa-apa. Kamu menunggu hingga sore menjelang, mengira ia tengah menyiapkan sesuatu yg spesial untukmu. Namun yang kau dapat hanyalah pesan singkat yang mengatakan; selamat ulang tahun, maaf baru sempat bilang karena lagi sibuk-sibuknya.
Kau kesal, tentu saja. Hingga ia datang malamnya hanya untuk memberimu kado kecil yang terlihat tidak istimewa. Sebuah kotak berbentuk peti harta karun berisi permen dan cokelat koin. Ia belum sempat membeli kado yang istimewa, katanya. Untuk sementara makan cokelat dulu, kau suka cokelat kan? Lanjutnya lagi.
Kau hanya mengiyakan, mengerti kesibukan dirinya akhir2 ini, kau juga mengerti bahwa pekerjaannya membutuhkan lebih banyak konsentrasi. Maka ketika ia pulang kau dengan berat hati mengagumi kotak harta karun berisi cokelat itu.
Yang tidak kau tau, dibalik koin-koin itu benar-benar ada harta karun, sebuah cincin perak dengan permata kecil di tengahnya. Entah mengapa kau terharu, tentu saja. Dan semua tulisan di balik permen itu adalah; aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu. Kau tertawa konyol, entah berapa bungkus permen yang ia beli hanya untuk mengambil permen dengan tulisan itu.
Dan sebuah kartu kecil tergeletak di dasar peti: maukah kau menikah denganku?
Lalu, apalagi yang kau harap selain kejutan harta karun itu?
Comments
Post a Comment