Jadi, Ada seorang Dewi, ia adalah Putri Bumi. Si Putri Bumi ini tinggalnya di dalam perut bumi. Tugasnya adalah mengatur kesuburan yang ada di bumi. Suatu hari si Putri Bumi ini merasa bosan, pada akhirnya dia iseng keluar dari singgasananya yang nyaman di dalam perut bumi. Eits, jangan kira di dalam perut bumi itu menakutkan, soalnya di tempat tinggal si Putri Bumi, terdapat banyak hal yang pasti manusia suka. Mata air yang jernih, emas, berlian, dan sebagainya. Semua itu menghiasi singgasana sang Putri, membuat singgasananya terlihat sangat menakjubkan.
Tapi walau begitu, Putri Bumi tetap saja merasa bosan, ia kesepian. Bagaimana pun cantiknya singgasana seorang Dewi, kalau sendirian ya apa gunanya? Jadi karena alasan itulah pada akhirnya si Putri Bumi ini pergi ke atas permukaan bumi dimana manusia biasa tinggal. Ia berbaur dan melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, yah, seperti film-film fantasi yang sering ada di televisi (Putri Bumi menontonnya juga, dan ia agak kesal karena ternyata ia jadi terlihat mencontek ide film manusia).
Ngomong-ngomong, Putri Bumi ini di dunia manusia menjadi gadis yang amat sangat cantik dan kaya. Cantik karena tentu saja, latar belakangnya yang seorang Dewi (mana ada coba Dewi yang jelek?) dan kaya karena dia bisa dengan mudah mengambil hasil alam yang ada di dalam perut bumi dan menjualnya. Sebenarnya Putri Bumi merasa agak khawatir juga, karena kalau Raja para Dewa tau, dia pasti akan dimarahi. Tapi untuk saat ini Putri Bumi tidak terlalu ambil pusing, resiko ditanggung belakangan lah, pikirnya enteng.
Tapi di dunia manusia pun, ternyata tidak semenyenangkan yang Putri Bumi pikir. Karena selama ia tinggal bersama manusia, ia merasa lebih banyak dimanfaatkan karena kecantikan dan kekayaannya. Pada akhirnya, si Putri Bumi pun kembali merasa kesepian. Dan kali ini lebih parah, karena ia merasa kesepian di tengah keramaian manusia yang mengelilinginya.
Lama sekali Putri Bumi bimbang apakah harus meninggalkan dunia manusia atau tidak, namun pada akhirnya Putri Bumi bertahan, karena ia menemukan tempat dimana dia tidak merasa sendirian dan dimanfaatkan. Itu adalah dunia dimana seluruh manusia di bumi bisa berteman tanpa batasan dan tanpa perlu kejujuran. Disana, Putri Bumi tidak harus menunjukkan kecantikannya, ataupun kekayaannya. Dia bisa menjadi siapa saja, bahkan pengemis sekalipun. Putri Bumi merasa amat senang, karena disana dia bisa menemukan orang yang menerima dia apa adanya, bukan kecantikan maupun hartanya.
Lalu Putri Bumi berkenalan dengan seorang manusia laki-laki. Yah, kau bisa bilang ini kisah drama seperti Jaka Tarub dan tujuh bidadari (Putri Bumi sudah menonton film itu juga), Putri Bumi merasa jatuh cinta pada laki-laki itu. Laki-laki itu baik (menurut si Putri) dan laki-laki itu adalah orang yang menyenangkan. Diantara teman-teman manusia yang pernah dikenal oleh sang Putri, baru kali ini sang Putri merasakan hal yang aneh seperti rasa suka. Tapi Putri Bumi tidak pernah bertemu dengan manusia itu, Putri Bumi hanya tau wajahnya dari sebuah gambar. Setiap kali Putri Bumi berkomunikasi dengan laki-laki itu, Putri Bumi merasa amat bahagia, dia merasa tidak lagi kesepian. Itu perasaan yang menyenangkan.
Tapi, ketakutan Putri Bumi pada awal-awal masa kedatangannya ke dunia manusia akhirnya terjadi juga. Raja para dewa mengetahui apa yang dilakukan oleh sang Putri. Raja sangat marah, ditambah lagi karena ulah sang Putri, bumi sepertinya tidak terurus. Banyak bencana alam dimana-mana, dan banyak sekali tanaman di bumi yang mengalami kegersangan. Putri Bumi akhirnya disuruh berfikir, apakah dia ingin terus hidup di tengah manusia, atau kembali menjadi Dewi kesepian di dalam perut bumi.
Putri Bumi berfikir sangat lama dan penuh perhitungan. Ia teringat pada alasannya betah di dunia manusia, karena seorang manusia laki-laki. Tapi Putri Bumi tidak pernah bertemu dengan laki-laki itu, dan begitu pula sebaliknya. Dunia Putri Bumi dan laki-laki manusia itu adalah bagian dari dunia yang tidak nyata, dimana penuh kebohongan dan kemunafikan. Putri Bumi sendiri adalah salah satu dari pelaku kebohongan itu. Putri Bumi merasa hatinya sakit, amat sangat sakit. Ia harus bersikap tegas. Ini bukan hanya tentang dirinya, tapi juga kelangsungan hidup di bumi. Karena ia adalah Dewi Kesuburan, ia adalah Putri Bumi, ia mempunyai tanggung jawab.
Putri Bumi menghela nafas berat, ia harus melupakan manusia itu. Meskipun Putri Bumi menyukainya, rasa sukanya bisa saja termasuk ke dalam salah satu kebohongan. Dunianya dan dunia manusia itu adalah dunia yang tidak nyata, harus segera berakhir sebelum Putri Bumi merasa dirinya terjebak terlalu dalam. Seperti cinta.
Tidak-tidak. Putri Bumi belum mencintai pria itu. Setidaknya itulah yang Putri Bumi ingin hatinya lakukan. Ia tidak boleh mencintai manusia, apalagi manusia yang tidak nyata. Pada akhirnya, Putri Bumi menghadap ke Raja para Dewa, dan meminta agar ia tetap diijinkan menjadi Dewi Kesuburan. Ia berjanji tidak akan lalai lagi dalam menjalankan tugasnya. Ia sudah bertekad.
Sang Raja mengangguk takzim, ia memberikan Putri Bumi kesempatan kedua. Ia juga memberikan Putri Bumi banyak sekali teman dan hiburan untuk menemaninya, walaupun Putri Bumi melihat mereka lebih bersikap seperti dayangnya daripada teman. Putri Bumi hanya tersenyum, mengangguk dan berterimakasih.
Sejak saat itu, Putri Bumi menghilang dari kehidupan manusianya. Yang tertinggal hanyalah kenangan para manusia itu mengenai sang Putri. Putri memang tidak ingin menghapus ingatan mereka, karena setidaknya, sang Putri merasa lebih baik saat menyadari bahwa ada manusia, seseorang diluar sana yang pernah mengakui keberadaannya, menjadi temannya walau itu hanyalah sesuatu yang tidak nyata.
Sang Putri tersenyum, mungkin inilah yang terbaik. Menghilang. Putri Bumi tidak ingin merasakan sakit yang lebih parah daripada sekarang. Meski pada akhirnya hatinya terasa berlubang, hampa seperti ada bagian yang lenyap. Biarlah, suatu saat teman-teman manusianya pasti akan menemukan orang lain yang lebih baik dan lebih nyata dibanding dirinya. Yang Putri Bumi harapkan saat ini hanyalah, semoga orang-orang yang ia anggap teman itu menyimpan kenangan yang baik tentangnya.
Hanya itu. Putri Bumi tidak meminta lebih, cukup itu saja. Dan Putri Bumi berjanji tidak akan pernah merasa menyesal.
FIN
Comments
Post a Comment