Skip to main content

Pray for Air Asia

Dan kembali, sebuah pesawat komersial jatuh di perairan Indonesia.
Ini akhir tahun 2014, hampir setiap orang di belahan dunia manapun pasti tengah bersiap-siap menyambut datangnya pergantian tahun, berharap bahwa mereka dapat merasakan tahun yang lebih baik di 2015. Namun tidak untuk orang-orang yang keluarganya menjadi korban dalam kecelakaan pesawat kali ini. Tidak ada lagi yang memikirkan pesta, tidak ada lagi yang memikirkan liburan, tidak ada lagi yang tersenyum bahagia kepada satu sama lain.
Semuanya murung. Semuanya bersedih. Semuanya terpuruk.
Hingga saat ini, meski beberapa jenazah telah ditemukan, meski puing-puing pesawat telah mulai di kumpulkan, sebagian besar keluarga korban pasti berharap akan adanya keajaiban. Berharap jika keluarga mereka masih hidup entah di bagian laut mana. Berharap bahwa puing-puing itu bukanlah bagian dari pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak minggu pagi lalu.
Para keluarga itu masih berharap bahwa sanak saudaranya pasti akan kembali, tersenyum dan berkata bahwa mereka baik-baik saja, tanpa ada yang perlu di cemaskan.
Namun cepat atau lambat, semua orang tentu harus menyadari bahwa kenyataan lebih pahit dari harapan yang dilambungkan ke udara. Kemungkinan itu merupakan pesawat Air Asia telah di pastikan 100%. Dan kenyataan bahwa tidak ada yang selamat... hampir tidak ada.
Aku tau pasti bagaimana rasanya kehilangan. Bagaimana kematian memisahkanku dari orang-orang yang kucintai. Dan melihat dari layar kaca tentang bagaimana keadaan para keluarga yang ditinggalkan. tak pelak membuatku ingin menitikkan air mata, seolah keluargaku ikut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat tersebut.
Aku mengikuti perkembangan berita kecelakaan itu setiap saat, melihat dari layar kaca tentang apa saja yang telah tim SAR temukan. Melihat bagaimana berdukanya keluarga korban menghadapi musibah ini. Semuanya hingga aku menyadari ada beberapa hal yang membuatku merasa miris.
Para reporter di televisi itu salah satunya.
Aku menyimak dari twiiter yang mengatakan banyak sekali hal negatif tentang para reporter yang meliput kejadian dan melakukan wawancara dengan beberapa keluarga korban. Beberapa penonton merasa marah karena ada kameramen yang menyorot wajah salah satu keluarga korban yang tengah berduka, terus-menerus secara close up seolah-olah keluarga korban adalah artis yang tengah dimintai keterangan tentang gosip panas yang menerpanya. Ada lagi salah satu stasiun televisi yang menyorot gambar salah satu mayat yang mengapung dengan zoom tanpa sensor sama sekali.
Apakah mereka tidak menyadari bahwa itu akan sangat melukai perasaan keluarga korban? Mereka tidak ingin dikasihani. Mereka tidak ingin kedukaan mereka disebar luaskan untuk umum. Dan mereka tentu tidak ingin jenazah salah satu anggota keluarga mereka disiarkan ke seluruh negeri dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
Itu semua sudah kelewat batas, bukan?
Orang bodoh mana yang masih bertanya bagaimana perasaan seseorang karena salah satu anggota keluarganya terkena musibah?
Tentu saja mereka merasa sedih!
Ditanya bagaimana perasaan mereka hanya untuk menarik simpati penonton dan meraih rating tinggi bukanlah yang mereka butuhkan saat itu.
Aku hanya bisa berharap bahwa seluruh jenazah korban dapat dikembalikan kepada keluarganya masing-masing, dalam keadaan utuh. Semoga para ibu yang kehilangan anaknya terlebih dahulu dapat ikhlas. Semoga para istri yang harus menjadi singel parent karena musibah ini dapat kuat demi anak-anaknya. Semoga para anak-anak yang menjadi yatim atau piatu karena peristiwa ini dapat terus menjadi anak yang baik dan tidak merepotkan ibundanya kelak.
Semoga para keluarga korban dapat melewati semua cobaan ini. Kehilangan tidak pernah baik dalam hal apapun. Menyedihkan memang kehilangan seseorang karena kematian, terlebih karena kematian tidak terduga seperti kecelakaan ini. Namun suatu saat, entah cepat atau lambat semua orang tentu akan kembali pada sang pencipta. Kita hanya bisa berharap, semoga arwah para korban dapat tenang di alam sana. Semoga kelak ketika giliran kita untuk menyusul mereka, kita akan meninggal dalam keadaan baik, dimana kita dikelilingi oleh keluarga yang menyangi kita. Dimana kelak jasad kita dikebumikan secara layak, dan dikenang sebagai orang yang baik di mata orang lain.
Aamiin.

Comments