Skip to main content

Sahabat Beda Gender

Tadi gue lagi nge-explore tumblr dan gue menemukan tulisan yang membahas tentang persahabatan dengan lawan jenis. Gue gak baca keseluruhan ceritanya sih, cuma, tiba-tiba gue kepikiran sesuatu aja.
Gue pernah suka sama sahabat gue sendiri. Kejadiannya udah lama banget, pas gue masih pake seragam putih-abu. Iya, jamannya anak baru gede gitu.
Waktu itu gue dan sahabat yang gue suka ini gak jadian. Gue cuma suka aja sama dia. Dan walau sempet ada kecanggungan karena gue sempet mengutarakan rasa suka gue (dengan catatan cuma bilang, bukan minta jadian), toh pada akhirnya sampai sekarang gue tetep bersahabat sama dia.
Well, setidaknya dia orang yang bisa gue sebut sahabat.
Dan sejak saat itu, bukan niat membatasi diri gue sendiri, gue gak pernah lagi jatuh cinta atau naksir dengan sahabat gue sendiri. Entahlah ya, mungkin gue emang orangnya gitu sih. Ketika gue udah pernah suka dengan sahabat gue sendiri, untuk selanjutnya gue gak bakal mengulangi hal yang sama.
Bukan berarti pengalaman gue menyukai sahabat sendiri itu merupakan sesuatu yang salah, hanya aja, gue benar-benar tidak ada rasa lagi untuk menyukai sahabat sendiri. Walau disamping itu, sahabat lawan jenis gue juga gak terlalu banyak sih. Tapi setidaknya, orang yang udah jadi temen deket gue, gak pernah lagi mengombang-ambingkan hati gue. Begitu.
Gue gak tau dengan orang lain, tapi gue sendiri merasa seperti itu sih. Jadi ya, entahlah.

Comments